PENGAPLIKASIAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATERI GERHANA MATAHARI DAN BULAN DI KELAS VI B SD ST. YOSEF SIDIKALANG KABUPATEN DAIRI T.P /2020

Authors

  • Alex D. Pasaribu SD St. Yosef Sidikalang

DOI:

https://doi.org/10.53842/qvj.v1i2.8

Keywords:

Model pembelajaran cooperative learning, learning tipe Group Investigation, keaktifan siswa, hasil belajar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VI B SD St. Yosef Sidikalang tahun ajaran 2019/2020 dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Group Investigation.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI B SD St. Yosef Sidikalang tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 46 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga (3) siklus dengan empat tahap pelaksanaan yaitu perencanaan, pelaksanaan,pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi dan teknik pengumpulan data yang berbentuk kuantitatif  berupa data-data yang disajikan berdasarkan angka-angka menggunakan analisis deskriptif. Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi dan test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan dan hasil belajar siswa meningkat setelah diberi tindakan. Persentase keaktifan belajar siswa berdasarkan observasi pra siklus untuk siswa yang kategori tinggi 15 %, sedang 35 %, dan rendah 55 % dengan rata-rata nilai 5,85. Sedangkan pada siklus I  rata-rata nilai keaktifan mencapai 6,10 mengalami peningkatan sebesar 19,56 % dari pra siklus. Sedangkan untuk hasil belajar siswa yang tuntas pada siklus I sebesar 39%. Pada siklus II mengalami peningkatan rata-rata keaktifan belajar dari siklus I sebesar 1,09 dari 6,10 menjadi 7,19 atau sebesar 36,9%. Sedangkan untuk hasil belajar siswa yang tuntas pada siklus II sebesar 58,6% mengalami peningkatan sebesar 19,6 %. Pada siklus III  peningkatan keaktifan belajar siswa meningkat sebesar  1,13 dari 7,19 menjadi 8,32 atau sebesar 67,3 %. Kenaikan keaktifan belajar siswa dari siklus II ke siklus III sebesar 30,2 % Sedangkan untuk hasil belajar siswa yang tuntas pada siklus III sebesar 93% mengalami peningkatan sebesar 34,4 % dari siklus II sebesar 58,6 %.

References

Abin,Syamsudin. (1999). Pengembangan Propesi dan Kinerja Tenaga Kependidikan. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Adora, N. M. (2014). Group Investigation in Teaching Elementary Science.

IJHMS 2(3): 146-147.

Ahmad, B. U., & Riyadi. (2014). Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) ditinjau dari Kemampuan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-kabupaten KaranganyarTahun pelajaran 2013/2014. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika 2(8): 804-815.

Ahmadi, I. K., Amri, S., & Elisah, T. (2011). Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu. Jakarta: PT. Prestasi Pustakarya.

Aunurrahman. (2009: 119). Belajar dan pembelajaran. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Arikunto, S. (2009). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Becklake, Sue. (2005). 100 Pengetahuan tentang Ruang Angkasa, cet. ke-2

(terj.). Bandung: Pakar Raya.

Bingham, Jane. (2005). Percobaan-percobaan Sains, cet. ke-2 (terj.). Bandung:

Pakar Raya.

Buku Pedoman Guru. (2018). Tema : Bumiku . Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).

Drs. Aristo Rahadi.(2003). Media Pembelajaran Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Tenaga Kependidikan.

Dr. IGA K. Wardani, Drs. Kuswada Wihardid, M.Pd. Drs. Noehi Nasution, MA.(2006) Penelitian Tindakan Kelas, Universitas terbuka.

Ghufron, M. N.,. & Risnawati, R. (2012). Gaya Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Harry Sukarman MScEd.(2003). Dasar – dasar Ditaktik dan Penerapannya Dalam Pembelajarannya. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Tenaga Kependidikan.

Huda, M. (2013). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Iriani, D., & Leni, M. (2013).Identifikasi Gaya Belajar dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Peredaran Darah di Kelas VIII SMPN 2 Kerinci. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 109 – 114.

Kunandar. (2013). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Linuhung,N. (2016). Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Mts. Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Univ. Muhammadiyah Metro 5(1): 52-60.

Richardo, R. (2015). Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok (Group Investigation) terhadap Hasil Belajar Matematika Berdasarkan Gaya Belajar Siswa. Jurnal Ilmiah Edu Research, 4(1): 35-42.

Sangadji, S. (2016). Implementation of Cooperative Learning with Group Investigation Model to Improve Learning Achievement of Vocation School Students in Indonesia. International Journal of Learning and Development, 6 (1): 91-103.

Slavin, R. E. (2008). Cooperative Learning Teori, Riset, dan Praktik. Bandung: Nusa Media.

Sulistyorini. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, PTK, R&D. Kartasura: Fairuz Media.

Sumanto.(1994). Ketersediaan Media Belajar dan Intensitas Pemanfaatannya dalam Pengajaran. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Susilo, M. J. (2009). Sukses dengan Gaya Belajar. Yogyakarta: Pinus Book Publisher.

Suyono, & Hariyanto. (2012). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2022-03-30